Long Distance !! Pasti Bisa

Saturday, September 13, 2008

Jaman berkembang begitu pesatnya menuntut orang makin berusaha sebaik mungkin, bahkan tak jarang mereka rela meninggalkan daerah asalnya untuk menuntut ilmu atau bekerja di kota lain. Efeknya timbul beberapa masalah, salah satu diantaranya di dalam urusan hubungan antara dua insan.

Mau tak mau hubungan harus terpisahkan oleh jarak yang bahkan bermil-mil jauhnya namun tetap berkomitmen untuk melanjutkan hubungan tersebut. Inilah yang disebut hubungan long distance. Seberapa besar sih kemungkinan berhasilnya hubungan long distance? Apakah bisa berhasil? Mengingat mereka begitu jauh terpisahkan.

Sepintas memang hubungan long distance bisa dikatakan sulit, karena bagaimanapun dalam sebuah hubungan, menuntut satu elemen yang penting yaitu tatap muka. Dengan tatap muka kita bisa mengetahui ekpresinya secara langsung. Bahagia atau sedih, bisa lebih mudah terlihat. Kita jauh bisa lebih memahami dan mengetahui keadaannya, selain bisa membuat komunikasi jadi lebih utuh.

Pikiran kita cenderung selalu ingin memperbaharui gambaran tentang dia. Betapa menariknya dia dan betapa baiknya dia, selalu ditambah dan diperbaharui hari demi hari. Proses ini akan langsung bekerja begitu melihatnya. Sementara kita kurang menemukan hal indah tersebut dalam hubungan long distance.

Kita tidak tahu bagaimana keadaan si dia, sehingga sedikit mengurangi perhatian dan pemahaman kita kepada dia. Alat-alat komunikasi seperti telepon, sms, email tentu masih kalah dengan tatap muka. Selain memang ketidakpraktisan serta faktor biaya, kadang membuat orang malas melakukan komunikasi melalui media-media tersebut.

Berkurangnya komunikasi dan ditambah dengan tidak pernah bertemu, pasti akan mempengaruhi sebuah hubungan, bahkan hubungan yang sebelumnya sudah sebegitu dekat kadang-kadang akan menjadi berkurang dan hambar.

Jadi apakah hubungan long distance ini sama sekali tidak ada harapan? Tenang aja, long distance sebenarnya ok-ok aja kok selama didalamnya ada sebuah niat. Dalam suatu hubungan, apapun itu, yang terpenting itu harus ada niat dan usaha.

Rasa saling ketertarikan dan saling memperhatikan akan selalu ada selama keduanya tetap aktif berkomunikasi, saling memperhatikan dan memahami karakter masing-masing. Hubungan itu akan selalu tetaplah kokoh dan bahkan tidak menutup kemungkinan bisa berkembang lebih baik lagi. Memang untuk long distance, niat dan usahanya harus benar-benar kuat, karena banyak sekali hambatan yang harus dilalui.

Namun bukan berarti dengan adanya niat untuk melanjutkan hubungan, selamanya bisa long distance. Suatu kali tetaplah harus berujung ke sebuah pertemuan, karena long distance hanyalah sementara sebelum salah satu diantara mereka menemukan kemapanan dan kepastian sehingga akhirnya bisa pulang kembali atau mengajak pasangannya untuk tinggal bersama.

So, jika Anda menjalin hubungan long distance, tak perlu khawatir, bulatkan niat dan tetap jalin komunikasi, isi kekosongan hari Anda dengan beragam aktivitas positif dan habiskan waktu dengan mempercantik dan memperkaya diri Anda. Buat kejutan kecil setiap kali bertemu sang kekasih

Spirit Of Kesederhanaan

Tuesday, July 8, 2008

Steve Jobs - Kekuatan Kesederhanaan Dan Visi Jauh Ke Depan
Oleh : Team Andriewongso.com

Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc. Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?

Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan. Inilah dua kunci dasar - selain visinya ke depan - yang membuat Apple berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.

Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user friendly. Namun, meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria, Abdulfattah "John" Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon William Hewlett - presiden Hewlett Packard - untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya mendirikan Apple.

IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering diskors gara-gara tingkahnya yang nakal - meledakkan mercon hingga melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.

Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.

Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar. Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan.

Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin. "Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini," sebut Steve.

Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia. Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk Apple hingga saat ini.

Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs. Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan "diusir" dari perusahaannya sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal.

Sejarah Teh Celup

Sunday, June 15, 2008


Sambil menikmati makanan ringan akan terasa lebih lengkap bila ada teh yang menemani. Secangkir teh hangat akan membuat tenggorokan terasa nyaman. Namun, jika teh bubuk yang kita minum, sering kali serbuk teh membuat sisa yang kurang mengenakkan. Untuk menyeduhnya pun kita sering kerepotan karena harus mengeluarkan teh dari kalengnya dan menakarnya sendiri. Karena itu, dengan adanya teh celup, semua kendala itu bisa teratasi. Tinggal siapkan air panas dalam gelas, celupkan teh kantong, minuman sedap langsung bisa kita minum. Sangat praktis.

Kepraktisan ini ternyata berkat kecerdikan seorang saudagar teh asal Amerika, Thomas Sullivan. Alkisah pada tahun 1908, untuk menawarkan tehnya Sullivan membuat contoh teh yang dibagi dalam beberapa jenis kepada pelanggannya. Teh-teh tersebut ia masukkan ke dalam kantung kecil yang terbuat dari kain sutra. Namun setelah kantung-kantung itu diterima oleh para pelanggannya, teh-teh yang berada di dalam kantung berserakan keluar.

Agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi, Sullivan mengganti bahan kantung dari kain sutra dengan kain kasa. Kemudian setelah diisi dengan bubuk teh, Sullivan menjahit kantung teh tersebut. Pada tahun 1920-an teh kantung tersebut mulai dijual ke pasaran dengan dua ukuran yaitu kantung yang lebih besar untuk dicelupkan di teko dan kantung yang lebih kecil untuk dicelupkan di cangkir. Itulah cikal bakal hingga kini semua orang mengenal teh celup.

Sungguh, sebuah inovasi sederhana yang sangat bermanfaat bagi banyak orang.
Artikel nya Andri Wongso